Hai semua! Kalian pasti tahu kota yang mendapat julukan kota hujan ? Ya kota Bogor. Kali ini saya akan berbagi cerita wisata kuliner bersama keluarga. Tepatnya di Jalan Suryakencana, kawasan ini dikenal sebagai Chinatownnya kota Bogor. Di lokasi ini juga terdapat vihara, pusat perbelanjaan, pasar dan masih terlihat beberapa bangunan zaman Belanda.
Untuk sampai ke lokasi ini, dari Jakarta naik kendaraan pribadi bisa melalui tol Jagorawi tujuan Bogor dan keluar di Baranangsiang. Setelah melihat pos Polresta Bogor, belok kanan dan lurus sampai Tugu Kujang. Lalu belok kiri ke Jl. Otto Iskandardinata sampai terlihat gerbang Suryakencana berwarna merah, bentuknya seperti gapura, belok kiri dan sampai deh hehe.

Bagi kalian yang membawa kendaraan pribadi baik mobil atau motor, kalian bisa langsung parkir di area jalan Suryakencana, ada petugas parkir yang siap membantu. Pastikan jangan parkir sembarangan ya hehe. Nah kalau dari stasiun Bogor kalian bisa naik angkutan umum (angkot) No 02 tujuan Sukasari-Bubulak dan turun di depan gapura Jl. Suryakencana.

Jalan Suryakencana sudah dikenal sebagai kawasan kuliner legendaris sejak lama. Kalian mau makan apapun ada, mulai dari makanan ringan sampai berat ada semua. Lokasinya pun strategis dekat dengan Kebun Raya Bogor. Oke mari kita bahas kulinernya ya.
Pertama saya membeli Soto Kuning, berhubung saya datang terlalu pagi Soto Kuning Pak Yusup belum buka, jadi saya mencoba Soto Kuning Pak Yusuf, pakai “F” ya. Saya memesan soto campur, isinya daging, kikil dan jeroan lain. Ditambah tomat, seledri, kuah kuning pastinya, taburan bawang goreng, perasan jeruk nipis. Wah mantap! hehe.

Saya juga memesan nasi putih dan jeruk hangat. Di sini sotonya juga enak. Tapi menurut saya sedikit asin ya, atau terlalu gurih karena saya tidak suka asin jadi saya menambahkan banyak kecap hehe. Untuk 1 porsi soto campur harganya 35.000 rupiah, nasi 5.000 rupiah, dan es jeruk 10.000 rupiah.
Saya melanjutkan menyusuri Jalan Suryakencana, ada pedagang laksa, lumpia basah, comro misro, pisang kremes, talas mentah, buah pisang, mie ayam, es bir kocok. Nah ini dia! Bir bukan sembarang bir haha. Minuman yang satu ini juga sudah jarang ditemui, saya memutuskan untuk beli 1 gelas. Untuk harga 1 gelas minuman ini yaitu 5.000 rupiah.

Tenang saja bir ini tidak memabukkan kok. Bahan-bahan yang digunakan juga sangat tradisional seperti jahe, kayu manis, gula aren lalu dikocok-kocok ditambah es batu. Rasanya? Segar dong apalagi diminum saat siang hari hehe.
Saya melewati banyak warung soto kuning lainnya, doclang, dan sate ayam. Dari jauh terlihat asinan jagung bakar Pak Sabur, saya memesan 1 porsi seharga 20.000 rupiah. Asinan yang satu ini juga terkenal di kawasan ini, rasanya unik lho kalian harus coba. Paduan jagung bakar, timun, dan kuah asinan duh segar bukan main hehe.

Dan pemberhentian selanjutnya adalah asinan “Oh Good”. Dari namanya saja sudah good, apakah rasanya sesuai? Dan ya asinannya enak. Kalian harus coba juga nih. Di sini ada asinan buah dan sayur, saya membeli asinan buah 1 porsi dengan harga 28.000 rupiah.
Buah yang disajikan pun beragam, mulai dari bengkuang, pepaya, kedondong, ceri hijau, nanas, pala, jambu air, mangga, salak, ditambah kacang tanah, dan tentunya kuah asinan. Rasanya juara hehe.
Selanjutnya kami membeli kue ape dengan harga 5.000 rupiah dan dapat 3 kue. Kue tradisional ini disebut juga serabi Jakarta, bentuknya seperti pancake warna hijau dengan tekstur lunak dibagian tengah. Rasanya manis dan renyah di bagian pinggirnya.


Setelah mencoba beberapa kuliner, kami memutuskan untuk pulang. Nah itu tadi cerita kulineran singkat saya bersama keluarga yang kira-kira menghabiskan 108.000 rupiah. Masih terjangkau ya hehe. Kalau kalian ke Bogor, jangan lupa mampir dan cobain kuliner yang ada di sini ya hehe. Sampai jumpa dicerita berikutnya.
