“Solo – The Spirit of Java”

Hai semua! Setahun yang lalu saya pergi ke Solo dan Karanganyar. Pasti kalian sudah familiar ya dengan kota yang berjuluk “The Spirit of Java” ini. Liburan singkat kali ini ditemani dengan sepupu saya lagi hehe. Setelah diskusi untuk mengatur waktu, saya mencari tiket pesawat Jakarta – Solo. Akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Lion Air untuk perjalanan pulang-pergi dengan harga 1.121.000 via website Lion Air.

Tiket dari website resmi Lion Air

Singkat cerita, saat berangkat saya hampir tertinggal pesawat. Syukurlah semua baik-baik saja, meskipun saya harus berlari mengejar waktu untuk boarding hehe. Sesampainya di Bandara Internasional Adisutjipto saya dijemput oleh dua sepupu saya.

Dilarang naik ya

Sore itu macet sekali di kota Solo, lalu kami mampir ke RM Roso Joyo 2 di Sragen setelah saya menahan lapar sejak siang, ya anggap saja sekalian makan malam hehe. Kami membayar cukup murah sekitar 80 ribu rupiah. Untuk rasa, makanan dan minuman di sini cukup enak. Sekitar pukul 20.00 saya sampai di rumah nenek. Lagi-lagi saya tidak booking hotel nih.

Esok pagi pukul 09.00, saya dan sepupu pergi ke kebun teh Kemuning di daerah Karangayar dengan mengendarai motor. Di kebun teh udaranya sangat sejuk. Di tempat ini juga sudah banyak spot untuk berfoto dan beberapa kafe untuk minum teh atau sekadar menikmati sejuknya udara di sekitar kebun teh.

Salah satu kafe yang saya kunjungi yaitu Rumah Teh Ndoro Donker. Tema di kafe ini yaitu rumah Belanda, jadi banyak hiasan peninggalan Belanda yang tertata rapi di beberapa ruangan.

welkom

Menu yang ditawarkan yaitu minuman dengan berbagai jenis teh dan makanan ringan seperti bitterballen, kentang goreng dan lain-lain. Untuk harganya cukup terjangkau. Selain itu kafe ini juga menjual teh hasil kebun dan beberapa souvenir lainnya seperti mug, tas dll.

Foto dulu ya hehe
teh, bitterballen dan timus

Selanjutnya kami menuju ke Candi Sukuh. Lokasinya di  lereng kaki Gunung Lawu. Selama perjalanan kami disuguhkan pemandangan yang sangat memanjakan mata, melewati kebun teh, hijaunya sawah, kebun jagung dan sayuran. Sesampainya di sana, kami membeli tiket masuk 7 ribu rupiah/orang. Jika diperhatikan candi ini mirip Piramida suku Maya yang ada di luar negeri itu ya hehe.

Candi Sukuh

Kami menelusuri beberapa sudut candi ini. Di Candi Sukuh banyak relief dan batu pahatan, ada pula yang menampilkan simbol yang secara eksplisit menggambarkan bagian tubuh manusia. Penasaran? Langsung kunjungi candi ini saja ya hehe.

Hari ke 2 saya dan sepupu menuju ke Benteng Vastenburg sekitar pukul 09.00 pagi. Saat itu ternyata tutup jadi hanya bisa melihat dari depan saja. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Keraton Surakarta. Kami tidak masuk ke dalam Keraton, jadi ke museum yang letaknya di kawasan Keraton. Tiket masuknya 10 ribu rupiah/orang.

Setelah masuk kami melihat seperti mading yang menampilkan foto para sultan di keraton. Museum Keraton Surakarta menyimpan berbagai koleksi barang peninggalan zaman Kasunanan Surakarta. Banyak benda kuno juga yang disimpan di museum ini. Ada juga koleksi batik.

Keraton Surakarta

Saat berkunjung ke sini, pengunjung tidak diperkenankan memakai pakaian yang terbuka, harus sopan, bersih, dan untuk menghormati para leluhur. Setelah puas berkeliling museum, saya sempat ke toko souvenir di depan museum.

Setelah istirahat sejenak, lalu perjalanan kami lanjutkan ke Kampung Batik Kauman. Kampung batiknya tidak jauh dari keraton nih sekitar 10 menit saja. Di kampung ini ada beberapa toko batik yang bisa dikunjungi, kalian juga bisa loh kalau mau belajar membatik.

Batik Gunasti

Hari selanjutnya saya kembali ke Jakarta. Sungguh liburan yang cukup singkat hehe. Saya ingin berbagi cerita tentang penerbangan dari Solo menuju Jakarta. Pertama kalinya saya naik penerbangan di sore hari, dan saya suka pemandangannya dari jendela pesawat. Sangat indah.

Menurut saya yang terlihat itu Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro dan Gunung Slamet, ditambah sunset dengan awan oranye. Sayangnya saya tidak sempat mengambil gambar, ya karena terpesona. Dan akhirnya mendarat dengan selamat di Jakarta hehe terima kasih Lion Air bukan endorse. Sampai jumpa di cerita perjalanan berikutnya ya.

Terlihat Gunung Warak-Gunung Liliran-Gunung Lawu

Leave a Comment