Short Getaway ke Semarang

Halo semua! Selamat datang di blog saya. Ini adalah cerita pertama yang saya tulis di blog ini. Saya melakukan liburan singkat ini 2 tahun yang lalu. Kenapa baru ditulis sekarang ? Saya senang membaca cerita perjalanan orang lain dalam bentuk blog maupun buku yang akhirnya menginspirasi saya untuk menulis.

Oke cukup untuk basa-basinya ya hehe. Mendengar kota Semarang, apa yang ada dibenak kalian? Lumpia? atau Lawang Sewu? Ya kota ini memang dikenal dengan berbagai julukan, namun sejak era kolonial Semarang dijuluki Venetie van Java atau Venesianya Pulau Jawa, karena banyak sungai yang mengaliri wilayah ini.

Saat itu saya libur 2 hari dan bingung akan pergi kemana. Akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi Semarang. Sesampainya di Semarang, dan ini dia wajah baru Bandara Internasional Ahmad Yani. Makin rapi ya teman-teman!

Area kedatangan domestik

Menurut informasi dari staff Tourist Information Center, transportasi dari bandara menuju kota Semarang saat itu ada taksi bandara, bus TransSemarang, dan taksi online. Saya memilih naik bus TransSemarang dengan harga tiket kurang lebih 3.500 rupiah rute Meteseh – Bandara Ahmad Yani – PRPP dan turun di halte dekat Mall Paragon Semarang.

Setelah itu saya memesan ojek online menuju ke rumah sepupu kurang lebih 15 menit dari Mall Paragon dengan tarif 10 ribu rupiah. Saya menginap di rumahnya jadi tidak perlu booking hotel dan akan naik motor selama berwisata di Semarang. Lebih hemat dong hehe.

Malamnya saya dan sepupu pergi ke Simpang Lima. Ini menjadi destinasi pertama yang saya kunjungi. Di sekitar bundaran Simpang Lima banyak warung makan, tinggal pilih saja. Kalau sore juga banyak komunitas olahraga disini.

Setelah makan kami berjalan di sekitar bundaran, terlihat banyak becak warna-warni sambil menikmati lampu malam di Simpang Lima. (fotonya agak blur hehe)

Bundaran Simpang Lima

Keesokan harinya pukul 10.00 pagi kami pergi ke Vihara Buddhagaya Watugong. Singkat cerita, vihara ini tempat ibadah yang dibuka untuk umum. Jadi tidak ada tiket masuk, tapi boleh kok kalau teman-teman mau menyisihkan sedikit uang untuk perawatan vihara.

Setelah berkeliling, saya juga sempat mengambil foto dan membaca sedikit sejarah dibangunnya vihara, lalu kami lanjut lagi perjalanan menuju ke Klenteng Sam Poo Kong.

Vihara Buddhagaya Watugong

Nah kalau tempat yang ini ada tiket masuknya yaitu 7 ribu rupiah/orangnya. Saat itu tidak terlalu ramai karena weekday. Istirahat sebentar, duduk-duduk di bawah pohon sambil minum es. Duh segarnya hehe.

Klenteng Sam Poo Kong

Perjalanan kami lanjutkan ke Lawang Sewu. Ya kalo yang satu ini pasti kalian sudah familiar ya, karena tempat ini merupakan ikon Kota Semarang. Bangunan ini banyak menyimpan cerita sejarah hingga cerita mistis. Lawang sewu memiliki arti seribu pintu, namun ternyata pintunya tidak mencapai seribu tapi 928 pintu.

Tiket masuk ke tempat ini yaitu 10 ribu rupiah. Begitu masuk nih langsung terasa suasana era kolonial hehe. Tak bisa dipungkiri memang bangunan historis yang satu ini memang bagus, sayang jika kalian tidak mengabadikannya dalam sebuah foto hehe.

Saat saya dan sepupu berkeliling, ternyata arah ke lantai atas dan ruang bawah tanah tak dibuka untuk umum. Lalu kami kembali menuju lantai 1 yang dibuat seperti museum. Banyak pameran foto Lawang Sewu dari masa ke masa.

Foto-foto yang menceritakan Lawang Sewu di zaman Belanda dan Jepang. Jangan lupa berfoto dibagian yang banyak pintunya itu ya hehe. Setelah makan sore, kami melanjutkan perjalanan menuju ke MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah). Masjid ini termasuk masjid yang megah loh.

Masjid ini dilengkapi payung hidrolik, dapat menampung ribuan jamaah, plus fasilitas yang keren seperti perpustakaan, museum sampai kafe di menara Asmaul Husna. Kalau kalian ke sini jangan lupa naik ke menara ya. Tiket masuk menaranya 7.500 ribu rupiah/orang.

Masjid Agung Jawa Tengah
Menara Asmaul Husna
Indahnya kota Semarang di malam hari dari atas menara

Ada juga pusat oleh-oleh di area MAJT. Setelah mendapat oleh-oleh kami langsung pulang, karena keesokan harinya saya harus kembali ke Jakarta. Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir untuk membaca cerita perjalanan singkat ini ya. Sampai jumpa.

4 Comments

  1. Ahalona's avatar Ahalona says:

    Ah jadi kangen Semarang huffffft, dulu bandara Semarang mirip terminal pas dirimu kesana pasti udah bagus ya hahhaa.
    Semangat nulisnya!

    Like

    1. tantrika's avatar tantrika says:

      Iya semakin rapi bandaranya. Ke Semarang lagi dong hehe. Terima kasih sudah mampir kesini yaa 🙂

      Like

  2. Fadilah A's avatar Fadilah A says:

    Pengen pulang, jadi kangen rumah, pengen wisata kuliner 🤤 dll
    smeoga ini segera berlalu aamiin 🤲.
    Bagus dan enjoy aku bacanya, oh iya tambahan aja mb, boleh diksih 2 atau 3 kalimat mengenai sejarah tmpat wisata yg mb kunjungi garis besarnya aja, jdi biar pembaca sekalian dpt ilmu juga mb 👍😊

    Like

    1. tantrika's avatar tantrika says:

      Halo! Semoga bisa segera pulang ke Semarang yaa 🙂 Terima kasih atas sarannya hehe

      Like

Leave a Comment